Nana adalah seorang anak sulung dari tiga bersaudara. Ia menikah di usia muda, 21 tahun. Nana dikagetkan oleh seorang gadis yang seatap dengan suaminya, yang ternyata kamarnya bersebelahan. Nana selalu bertanya-tanya dalam benaknya, “Apakah aku dinikahi hanya untuk menutupi aibnya?”
Perbedaan pandangan yang membuat sebelah pihak merasa tertekan. Nana yang dibesarkan di keluarga agamis disatukan dengan laki-laki yang dibesarkan di keluarga yang jauh dari ajaran agama. Nana mengira hanya tinggal dengan keluarga kecil kakak suaminya, tetapi justru ikut menyaksikan realitas tinggal seatap dengan ipar kakaknya.
Itulah awal konflik rumah tangga mereka. Akankah Nana mau berdamai dengan kecewanya?