Sinopsis
Kita tidak kekurangan anak cerdas. Kita kekurangan ruang yang membiarkan mereka tumbuh menjadi manusia utuh.
Terlalu sering, kita mencabut mereka sebelum sempat berakar. Memaksa mereka tumbuh seragam, cepat, rapi agar sesuai dengan dunia yang tak sabar. Padahal setiap anak membawa benih yang unik. Mereka tak butuh disempurnakan. Mereka hanya perlu didengar, diterima dan dibiarkan tumbuh dengan cinta.
Buku ini bukan panduan. Bukan teori. Ia adalah kumpulan cerita nyata tentang guru yang belajar melembut, tentang orang tua yang belajar menunggu,
tentang anak-anak yang mengajari kita arti menjadi manusia.
Jangan cabut bunganya. Biarkan mereka mekar pada waktunya tanpa takut, tanpa luka, tanpa kehilangan jati dirinya.