Sinopsis
Raka dikenal sebagai anak yang selalu ceria dan humoris. Tapi siapa sangka, di balik tawanya tersembunyi luka yang dalam.
Ia tidak berani jujur tentang perasaannya. Setiap kali mencoba bicara, ia justru dimarahi dan disebut sebagai anak durhaka. Ia selalu merasa sendirian. Ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan ibu yang sangat keras dalam mendidiknya. Perlahan, hatinya penuh retakan yang tak terlihat.
Sampai kapan seorang anak bisa terus tersenyum di atas lukanya sendiri? Apakah pelukan dan cinta bisa menyembuhkan batin yang telah lama terluka? Ataukah luka itu akan menetap, menjadi beban yang ia bawa sepanjang hidupnya?
Sebuah kisah yang akan membuat hati setiap orang tua bertanya, apakah kita benar-benar mendengarkan anak kita?