Sinopsis
Di saat dunia menikammu dengan kehilangan, apa yang kamu rasa? Bagaimana jika hilangnya bukan hanya barang kesayangan, melainkan seseorang, waktu berharga, nyawa, atau bahkan harga diri? Kamu seolah ingin memutar waktu, tetapi semuanya terlambat. Ingat pepatah klasik, "Nasi sudah menjadi bubur.”
Begitulah kamu merasakan sesal di dalam diri, karena tidak mampu mengubah keadaan. Tetapi, Tuhan Maha Baik. Di balik sesal, Dia menitipkan sebuah pesan cinta-Nya untuk kamu pahami lebih dalam. Perlahan, kamu mulai mengerti. Kehilangan ibarat sebuah kado yang dibungkus kertas lusuh. Saat membukanya, kamu dapati intan berlian yang ada di dalamnya.
Selamat menapaki jalan cerita kehilangan dari segala sudut pandang. Semoga ini mengubah paradigmamu, memaknai arti kehilangan sebenarnya.