Sinopsis
Ada yang sibuk menyiapkan hidangan sahur dan berbuka.
Ada yang memperbanyak waktu di sajadah.
Ada pula yang memilih menulis untuk mengikat makna Ramadan agar tidak lewat begitu saja.
Namun, Ramadan bukan sekadar momen lewat, tapi menjadi jejak. Jejak yang bisa dibaca, direnungi, dan insyaallah … diteladani.
Bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk pulang.
Bahwa setiap hati, sekosong apa pun, selalu bisa diisi ulang dengan cahaya.
Dan bahwa satu kata yang jujur, bisa lebih tajam dari seribu ceramah.