Dipondok pesantren, tekanan demi tekanan
menghimpit Marsya. Ia mulai mengalami gejala
Obsessive-Compulsive Disorder (OCD),
namun bukannya mendapat dukungan, ia justru
menerima hinaan dan ketidakpedulian dari keluarganya.
Bahkan setelah lulus, hidupnya tetap
dikendalikan Papanya.
Mulai dari pilihan kuliah, pasangan hidup, hingga masa depannya. Apakah orang tua kandung Marsya masih hidup? Akankah takdir memiliki cara unik untuk mengungkap kebenaran?
Ditengah luka yang belum sembuh dan kekacauan emosinya. Marsya menerima perjodohan- sebuah ikatan tanpa cinta. Akankah Marsya menemukan kebahagiaannya? belum lagi dia harus menghadapi takdir lain yang sangat mengejutkan.