Sinopsis
Ayah, Surga Kedua
Jika pelukan hangat Ibu bisa memberi kenyamanan buat ananda, maka genggaman tangan Ayah, adalah kekuatan baginya. (Ayunda Balqis)
Ayah....
Kau cinta pertama ku....
Kaulah rumah yang selalu menjadi tempat ku pulang
Tetesan keringatmu menjadi saksi bisu perjuangan mu....
Yah...
Ku goreskan pena ku...
Menceritakan kisah luar biasa mu....
Kata demi kata kutuliskan di buku ini....
Yah...
Kaulah surga kedua bagiku......
(Alfia Akifa Inayah)
Mencintai dalam diam, tak pandai mengungkapkan kata, dan terkesan tak peduli. Pergi pagi pulang petang, tapi masih juga harus memberikan ruang waktu untuk anak-anak dan istrinya, tetap siaga sewaktu-waktu diperlukan bahkan dirinya pun tak lagi menjadi prioritas.
Terima kasih Ayah atas segala tanggung jawab dan kebersamaan yang diberikan untuk kami. Ayah adalah surga kedua kami. (R_A. Mumtaz)