No. 2025-04-22-00465
Sebelum Aku Tiada Surat-Surat dari Gaza
Jumlah Halaman : 141 Halaman
Penerbit       : KMO Indonesia
Nama Penulis   : Asma Nadia
Kategori       : Umum
Layouter       : KMO Indonesia
Designer Cover : KMO Indonesia
Editor         : Han Achmad
Tahun Terbit   : 2025
Bulan terbit   : April
QR Code

SCAN ME
Sinopsis
Bagaimana rasanya menerima surat dari seseorang yang mungkin sudah tiada? Di antara puing-puing yang berjatuhan, di balik pintu-pintu yang tak lagi berdinding, surat-surat ini mengalir ditulis oleh tangan yang gemetar, dengan tinta yang mungkin adalah darah mereka sendiri. Setiap halaman adalah suara yang berbisik dari reruntuhan, dari selokan yang dipenuhi debu mesiu, dari sebuah sekolah yang kini hanya tinggal abu. Seorang bocah menulis kepada ibunya yang terkubur di bawah rumahnya. Seorang ayah mengirim pesan kepada anaknya yang tak pernah sempat lahir. Seorang gadis mengukir kata-kata terakhirnya kepada dunia yang perlahan-lahan menghapus jejaknya. Surat-surat ini bukan sekadar kata-kata. Mereka adalah nyawa yang bertahan di antara kehancuran. Mereka adalah tawa yang menolak padam. Mereka adalah mimpi-mimpi yang berpendar dalam gelap, seper-ti layang-layang yang tetap terbang di atas reruntuhan, seperti keffiyeh yang terus berkibar di bahu para pejuang kecil. Di dalam buku ini, kau bukan sekadar membaca. Kau akan merasa seperti menerima surat-surat itu sendiri dan, saat kau membukanya, tak ada jalan kembali. Ini bukan tentang perang. Ini tentang manusia. Tentang kita. Tentang keberpihakan. Dan setelah halaman terakhir, kau akan sadar mereka tak benar-be-nar pergi. Mereka masih hidup dalam setiap huruf yang kau baca, dalam setiapluka yang kau rasakan di dada. Selama kita tak membiarkan mereka dilupakan. "Mernbaca surat-surat ini saya menangis, rasanya begitu dekat dengan kondisi dan situasi di Gaza... begitu kuat menembus hati pembaca." -Meyda Sefira, Aktris "Melalui tulisan yang terukir penuh rasa dari seorang Asma Nadia, insya Allah kita akan diajak meneropong kembali rasa, merenung dengan sejumput empati dalam hati... tidak ada yang benar-benar merdeka, sampai seluruh Palestina kembali merdeka. Hurriya Falastin!"-Annisa Theresia, @teretorialvoice. "Saya hanya bisa terkesima membaca baris demi baris tulisan Bunda Asma, Sebelum Aku Tiada: Surat-Surat dari Gaza. Akurat! Bagaimana Bunda Asma dengan mudahnya mengarungi samudra hati dan pikiran setiap tokoh cerita, lantas menyajikannya dengan point of view yang sempurna. Surat-surat ini mengembalikan saya pada kenangan hidup di Gaza." -Muhammad Husein Gaza, Aktivis Kemanusiaan.