Ibadah terpanjang dalam islam adalah pernikahan. Setiap pasangan berjuang mempertahankan kebahagiaan mahligai pernikahan yang dibangun selama puluhan tahun. Begitupun dengan Asih dan Wirno, sosok ayah dan ibu sempurna bagi anak-anaknya namun berjuang keras untuk tetap bersama sebagai pasangan yang saling memahami kekurangan satu sama lain.
Bahtera pernikahan mereka berdua mulai digoncang ombak prahara orang ketiga sejak pernikahan masih seumur jagung dan terus berulang hingga pernikahan mereka menginjak usia perkawinan perak. Asih lebih mementingkan kepentingan anak-anaknya dibandingkan ego pribadi untuk mendapatkan suami yang setia dan hanya mencintai dirinya.
Akankah pernikahan mereka bertahan hingga gempuran terakhir?
Ataukah Asih menyerah karena lelah?