Sinopsis
"Bahkan meski aku udah berdoa dengan keras, rasanya cuma kayak dengar angin berlalu. Apa Tuhan mendengar doaku?"
Dunia milik Anin terasa sunyi, tapi hatinya seringkali berteriak. Hanya Adken satu-satunya sahabat yang mengerti semua tentangnya, membuat hidupnya lebih berwarna, dan menepiskan kesepian di hatinya. Bersama Adken, Anin melawan prasangka dan stigma, mengejar impian yang dianggap gila. Di tengah desa terpencil yang masih kukuh dengan adat dan tradisi, cacian dan penolakan mimpi besar keduanya, membuat mereka nyaris menyerah. Bagaimana air mata, tawa, dan kekuatan cinta, mengubah takdir yang terlihat tak mungkin menjadi sebuah keajaiban?