Sinopsis
"Ketika langit kehilangan birunya, apa yang tersisa untuk hati yang pernah penuh harap?"
Kehilangan, patah hati, dan kerinduan adalah luka yang tak terlihat tetapi meninggalkan bekas mendalam. "Untuk Langit yang Tak Lagi Biru" adalah buku antologi yang merangkai harapan yang pudar, janji yang tak ditepati, dan cinta yang berubah menjadi kenangan.
Melalui kata-kata yang lirih tetapi penuh makna, setiap halaman mengajak pembaca menyelami perjalanan dari gelap menuju terang, dari perpisahan menuju penerimaan. Apakah mungkin menemukan keindahan setelah semua yang hilang? Atau, haruskah kita belajar berdamai dengan kehampaan?
"Jika langit tak lagi biru, haruskah kita berhenti bermimpi?"