Sinopsis
Aku terbelenggu dengan nostalgia kita
Yang masih terukir sangat indah di kalbu
Di Sanubari yang paling dalam, kita semua menyimpan mimpi-mimpi yang tak berani terucapkan, namun justru disaat itulah kenyataan pahit sering kali menghampiri
Waktu terus berjalan, meninggalkan jejak di hati, tapi waktu ini juga yang telah mendewasakan kita
Keinginan itu fana, seperti embun pagi yang menghilang saat matahari terbit
Waktu terus berjalan, tanpa pernah menunggu siapa pun
Di ujung senja hidupku semakin pudar, terhapus oleh badai ketidakpastian yang menerjang
Kisah itu bagaikan jangkar yang selama ini menahan perahuku, kini kupotong talinya dan membiarkannya tenggelam
Keheningan itu seperti ruangan hampa, namun dalam sekejap, setiap sudutnya dipenuhi riuh rendah, percakapan bagai badai yang menyapu, lalu lenyap secepat kilat
Mungkinkah waktu memutar kembali film kehidupannya, menyorot sosok perempuan itu sebagai bintang utama, mengungkap bahwa dia adalah cinta pertama yang abadi?