Awal bukanlah akhir. Kegelapan dapat menjadi perjalanan hidup yang penuh terang. Sosok berarti yang hadir bagai secercah harapan yang menerangi kehancuran. Engkau menjadi tokoh utama dalam setiap memori. Jika kehilangan adalah bagian dari episode kehidupan, maka berpisah denganmu adalah bagian terpahit dalam hidupku. Kehilangan yang paling menyakitkan adalah saat hadirnya rindu.
Namun aku dan kamu tak bisa kembali untuk saling bertemu. Hari-hari yang dilalui tanpa hadirmu menjadikan warna kelabu dalam hatiku. Entah aku belum siap untuk kehilanganmu atau karena sosokmu yang begitu berarti dalam hidupku? Bisakah kita tetap berada dalam jalur yang sama? Ataukah kita harus dipisahkan oleh takdir yang tak mengizinkan kita untuk saling beradu asmara?