Apa yang harus kulakukan?
Menyusuri jalan menuju pernikahan atau berhenti karena beda tujuan?
Membiarkannya menjadi pasangan halal atau melewatkannya dengan ketegaran?
Kalut yang dibalut ketakutan dan kebingungan membuatku memiliki puluhan
pertanyaan yang entah bagaimana akan kutemukan jawabannya.
Dengan tabah meski patah, aku akan tunduk pada kecenderungan hati serta
keputusan takdir.
Ketetapan dari Allah akan penantian yang harus berlanjut menemukan ia yang
akan mengisi ruang celah jari dan juga hati.