Sinopsis
Pertanyaan yang saat ini bersarang di otakmu, kamu masih tak percaya perihal
kebahagiaan setelah merasakan sakitnya dikecewakan. Kamu melupakan siapa
sebenarnya sang pemberi bahagia, kamu terlalu larut dalam kenestapaan, kamu
hancur oleh perasaan semu yang bahkan kamu bangun dan kamu hancurkan
sendiri.
Kata orang lukamu akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Namun
nyata-nya kamu tak kunjung menemukan titik terang dihatimu, lukamu kian
merekah, sesak itu masih terasa, Tuhan kenapa begitu sakit? Tanyamu untuk
kesekian kalinya.
Sejatinya tak akan pernah kamu temukan nikmatnya kebahagiaan selagi kamu
masih menaruh harap pada makhluknya. Sudah berapa banyak kita saksikan
bahkan kita rasakan tak ada yang benar-benar berhasil bahagia saat menetapkan
harap pada manusia.