Sinopsis
Untuk setiap langkah yang kini telah tertapaki, serta takdir dalam hidupnya yang
telah terjadi, menjadikannya sadar, bahwa semua yang ia rasa tak perlu untuk dibayar.
Tak perlu untuk mendikte Allah atas setiap usaha yang telah terlaksana, cukup
diam dan mengharap ganjaran indah untuknya. Kenyakinannya mulai bertumbuh lebat
tatkala setiap rasa ia titipkan kepada Dzat Pemelihara.
****
Merekam suara dan menjadikannya pengganti alunan suara yang sering Kayy
dengar adalah titik yang paling ia inginkan, menjadi peneman setiap langkah hidupnya,
setelah segala penat yang dirasa.
Namun, bagaimana, jadinya jika bertemu dengan seorang Akyas, makhluk halus
dalam hidupnya. Kedatangan dan kepergiannya yang selalu tiba-tiba, selalu membuat
kesal. Lalu, bagaimana jadinya, jika kedua makhluk itu, beredar pada garis takdir yang
sama?