Sinopsis
Sudah tidak ada lagi napas yang tercekik oleh kelamnya masa itu
Tubuhmu tidak akan lagi terhimpit, tertekan oleh besarnya trauma
Berdamailah, tenanglah!
Engkau mampu, karena ini bukan hal baru, bukan?
Sembilu itu akan segera menghilang dalam melodi kidung nestapa
Secarik kata, aku simpuhkan pada cinta
Dia sosok pahlawan jiwa, bernaung dalam jasad penuh cedera
Ananda/Adinda, kepadanya aku mengulurkan selembar rasa, di dalamnya kutulis namaku
Dia bertanya, “Apa aku sudah sembuh?”
Aku mengangguk penuh, kudekap dengan sungguh dirinya yang utuh
Relung jiwanya berseri, tangisnya sudah terhenti
Kini, dalam sudut bibirnya terpatri lengkungan indah yang manis
Tetirahlah wahai jiwa!
Bandung, 2022