Miliaran detik yang meranggas di ranting waktu, tertutup rapi di balik tabir kenangan. Ada nama dan segala jejakmu bertakhta pada satu dimensi yang selalu terbawa ke mana pun kaki melangkah.
Kala desir kerinduan mengetuk pintu nurani terdalam, hanya potret dan baitan aksara menjadi teman pengusir sepi yang menghunjam. Buku Biru (Untukmu yang Telah Kembali) merupakan satu dari legasi yang akan menerobos gerbang zaman. Merebakkan wangi budi yang kautanam diam-diam di lubuk semesta.