Sinopsis
‘Perempuan di rumah aja’, di satu sisi kedengarannya seperti suatu kemunduran
peradaban, tetapi jika kita mau melihat secara substansi maka akan tersingkap suatu
kesejatian bahwa memang semestinya perempuan di rumah saja. Karena perempuan
adalah rahim peradaban. Konotasi ‘di rumah aja’ untuk zaman sekarang juga berbeda
dengan zaman dulu. Meski sejatinya perempuan di rumah aja ketika zaman dulu tidak
berarti mereka tidak memiliki kapasitas untuk menjadi pejuang kehidupan. Tentu kita
tak pernah lupa bagaimana perempuan zaman dulu yang sukses menjadi pahlawan
kebangsaan, menjadi rahim peradaban yang akhirnya melahirkan tokoh-tokoh hebat
pendiri bangsa.